Archive for November 2015
mars
Dalam bahasa Inggris:
Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan atau badan yang
menyelenggarakan jasa sambunganinternet dan jasa lainnya
yang berhubungan. Kebanyakanperusahaan
telepon merupakan penyelenggara
jasa internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke
internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai
jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau
pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung
ke jaringan internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat
mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa
kabel, danjalur
lebar), radio, maupun VSAT.
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan
kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori: modem(“dial-up”) dan jalur lebar.
Hubungan dial-up sekarang ini banyak
ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan
kabel telepon biasa. Hubungan jalur lebar dapat berupa ISDN, non-kabel, kabel
modem, DSL,satelit.
Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan
selalu “on”, namun lebih mahal.
Untuk di Indonesia hal
ini ditangani oleh APJI (Asosiasi Penyedia Jasa Internet). Peusahannya biasa
disebut ISP (Internet Service Provider). Hal-hal yang biasa dilakukan oleh ISP
tersebut ialah pemberian IP Address (alamat IP) publik kepada para pelanggannya
beserta perihal pengaturan bandwidth. Secara kasar, bandwidth dapat diartikan
sebagai jalan raya. Semakin besar jalannya, aktivitas internet Anda pun akan
semakin lancar, ditentukan dengan ukuran Kbps atau KBps yang merupakan ukuran
kecepatan transfer data. Bahkan sekarang sudah dalam hitungan Mbps atau bahkan
Giga. Monitoring tersebut dilakukan oleh salah satu bagian dalam ISP bernama
NOC (Network Operation Center).
Berikut ini antara
lain adalah contoh ISP di Indonesia
planet
pelanggan selama 1
bulan. Jumlah batasan data ini biasanya disebut dengan quota.
Contoh layanan
internet dedicated internet adalah : layanan-layanan dari Channel 11, ERA
AKSES, Speedy dari Telkom dan layanan-layanan dari ISP wireless local.
* Media koneksi yang paling umum digunakan oleh ISP
adalah menggunakan :
1. Wire Kabel.
Kabel telepon, kabel coaxial, kabel fiber optic, kabel listrik, kabel UTP, pokoknya kabel.
2. Wireless
Tidak menggunakan banyak kabel. Kabel tetap digunakan namun sebagian besar jalur koneksi menggunakan frekuensi. Biasanya menggunakan frekuensi yang dibebaskan penggunaannya di suatu
Negara. Di Indonesia
frekuensi yang bebas digunakan adalah frekuensi 2,4Ghz. Jadi dari pelanggan
akan menggunakan radio wireless dengan frekuensi 2,4Ghz untuk berhubungan
dengan ISP mereka.
jupiter
* ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan.
Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
Hubungan dial-up sekarang ini banyak
ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan
kabel telepon biasa.
Hubungan jalur lebar
dapat berupa non-kabel, Internet satelit. Broadband
dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun
lebih mahal.
* Tipe layanan dari ISP biasanya dapat kita
kategorikan menjadi 2 bagian yaitu :
1. Dial on demand Internet
Dial on demand ini
adalah layanan internet dimana pelanggan tidak terkoneksi secara terus menerus
ke internet. Pelanggan akan dibebani biaya berdasarkan lamanya mereka
terkoneksi ke internet.
Contoh layanan internet dial on demand adalah : Telkomnet instant dari Telkom, layanan-layanan dial up dari ISP yang lain, juga beberapa layanan dari ISP wireless local.
Contoh layanan internet dial on demand adalah : Telkomnet instant dari Telkom, layanan-layanan dial up dari ISP yang lain, juga beberapa layanan dari ISP wireless local.
2. Dedicated Internet
Pelanggan yang menggunakan
dedicated internet akan terhubung terus dengan internet 24/7. Sistem pembayaran
dari layanan ini juga biasanya dilakukan per bulan dimana pelanggan akan
membayar sesuai dengan
paket yang ditawarkan, baik selama sebulan tersebut pengguna memang benar
menggunakan internet 24 jam penuh atau tidak. Sistem dedicated ini biasanya
mahal,
dan biasanya untuk
menekan biaya langganan, ISP memberikan beberapa metode untuk menekan harga
misalnya dengan membatasi jumlah data yang boleh
didownload dan diupload oleh
sejarah
Sejarah Perkembangan
ISP
Sebelum Internet ada,
ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency) atau Departemen
Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar
untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang
dapat mudah dihancurkan. Jadi bila satu bagian dari sambungan network terganggu
dari serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis
dipindahkan kesambungan lainnya. Setelah itu Internet digunakan oleh kalangan
akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Dan baru
setelah itu Pemerintah Amerika Serikat memberikan ijin ke arah komersial pada
awal tahun 1990.
Dimulai pada dekade
90-an perkembangan Internet semakin berkembang pesat, di Indonesia sendiri
bisnis Internet mulai dikenal sekitar tahun 95-an yang diawali dengan munculnya
Internet Service Provider yang menyediakan akses ke Internet dengan bandwidth
berkisar antara 14.4 kbps hingga 28.8 kbps. Hingga akhir tahun 1999 daftar ISP
di Indonesia baik yang sudah beroperasi maupun belum beroperasi sekitar 55 ISP,
tapi saat ini di tahun 2001 ini jumlah ISP secara keseluruhan yang tercatat di
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sudah menginjak angka
155 ISP. Bisnis ISP memilik prospek yang bagus. Saat ini semua bisnis yang
berbasis Internet tidak akan berkembang apabila infastruktur dan koneksi ke
Internet tidak dibangun terlebih dahulu, berdasarkan data dari Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
ISP yang pertama kali
di Indonesia ialah Ipteknet yang beroperasi penuh menjelang awal 1994. Di tahun
1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan
ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui
tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna
Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan
menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali.
Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah
Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis
Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi
dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di
tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun
beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa
ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk
memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000
yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.
isp
Internet Service Provider (ISP) atau Penyelenggara Jasa Internet (PJI)
Dalam bahasa Inggris:
Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan atau badan yang
menyelenggarakan jasa sambunganinternet dan jasa lainnya
yang berhubungan. Kebanyakanperusahaan
telepon merupakan penyelenggara
jasa internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke
internet, pendaftaran nama domain, dan hosting.
ISP ini mempunyai
jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga pelanggan atau
pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP dapat terhubung
ke jaringan internet global. Jaringan di sini berupa media transmisi yang dapat
mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa
kabel, danjalur
lebar), radio, maupun VSAT.
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan
kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori: modem(“dial-up”) dan jalur lebar.
Hubungan dial-up sekarang ini banyak
ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan
kabel telepon biasa. Hubungan jalur lebar dapat berupa ISDN, non-kabel, kabel
modem, DSL,satelit.
Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan
selalu “on”, namun lebih mahal.
Untuk di Indonesia hal
ini ditangani oleh APJI (Asosiasi Penyedia Jasa Internet). Peusahannya biasa
disebut ISP (Internet Service Provider). Hal-hal yang biasa dilakukan oleh ISP
tersebut ialah pemberian IP Address (alamat IP) publik kepada para pelanggannya
beserta perihal pengaturan bandwidth. Secara kasar, bandwidth dapat diartikan
sebagai jalan raya. Semakin besar jalannya, aktivitas internet Anda pun akan
semakin lancar, ditentukan dengan ukuran Kbps atau KBps yang merupakan ukuran
kecepatan transfer data. Bahkan sekarang sudah dalam hitungan Mbps atau bahkan
Giga. Monitoring tersebut dilakukan oleh salah satu bagian dalam ISP bernama
NOC (Network Operation Center).
Berikut ini antara
lain adalah contoh ISP di Indonesia




